Kepler-22b, planet yang diprediksi berpotensi menampung kehidupan (space.com)
Kembaran Bumi ini memiliki atmosfer, air, dan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius.
Ilmuwan
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menguak keberadaan planet yang
bisa mendukung kehidupan (habitable). Namanya, Kepler-22b. Ditemukan
oleh teleskop luar angkasa Kepler.
Para ilmuwan terus mengkaji
"kembaran Bumi" itu. Berdasarkan penelitian terbaru, Kepler-22b
teridentifikasi besarnya dua kali ukuran bumi, dengan temperatur
rata-rata 22 derajat Celcius.
Kepler-22b juga memiliki atmosfer
yang bisa mendukung kehidupan. Nyaris sempurna, kecuali kekurangan yang
ini: jaraknya terlampau jauh, 600 tahun cahaya dari Bumi.
Kepler
22-b adal ah yang kali pertama disebut sebagai "super-Earth" yang
diketahui terletak di zona habitasi, dengan bintang mirip dengan
Matahari kita.
Dijuluki sebagai "Goldilocks Zone", lokasi di mana
planet ini berada memiliki suhu yang cocok, yang memungkinkan
eksistensi air di permukaannya.
Ini berarti, planet tersebut bisa
memiliki benua dan lautan -- seperti halnya Bumi. Sebab, di mana ada
air, di situlah kehidupan berada.
Ilmuwan yakin, Kepler-22b tak hanya sekedar bisa mendukung kehidupan, tapi juga mungkin, sudah ada kehidupan di sana.
"Penemuan
ini mendukung keyakinan, bahwa kita hidup dalam alam semesta yang penuh
sesak dengan kehidupan," kata Dr Alan Boss, dari Carnegie Institution
for Science in Washington DC -- yang membantu mengidentifikasi planet
ini dari data yang diperoleh oleh teleskop ruang angkasa Kepler, seperti
dimuat Telegraph, 6 Desember 2011.
Seperti diketahui, teleskop
Kepler yang diluncurkan NASA mengawasi 1 55.000 bintang -- untuk mencari
keberadaan planet-planet layak huni.
Bintang di sekitar orbit
Kepler-22b, berada di konstelasi Lyra dan Cygnus -- ukurannya lebih
kecil dari matahari dan 25 persen lebih redup.
Planet tersebut mengorbit bintangnya dalam waktu 290 hari, dengan jarak 15 persen lebih dekat dari jarak Bumi ke Matahari.
Kepler-22b berada tepat di tengah zona habitasi bintang -- sebuah kondisi yang sempurna bagi kehidupan.
Sementara,
dua planet lainnya yang mengorbit pada bintang yang lebih kecil dan
lebih dingin dibandingkan Matahari -- baru-baru ini ditemukan di tepi
zona layak huni mereka.Orbit mereka lebih mirip dengan Mars dan Venus.
Laporan tentang penemuan tersebut akan dipublikasikan oleh Astrophysical Journal.
Dr
Douglas Hudgins, ilmuwan program Kepler di markas NASA di Washington,
mengatakan, "Ini adalah tonggak untuk menemukan kembaran Bumi."
